Penerapan Augmented Reality (AR) Pada Ikon Kabupaten Tanah Laut
DOI:
https://doi.org/10.51817/jitrends.v1i1.9Kata Kunci:
Landmark, Augmented Reality (AR), IkonAbstrak
Landmark adalah sebuah arsitektur kota yang melalui lokalitas kota telah dijadikan objek bangunan, arsitektur atau telah menjadi identitas sebuah kota. Landmark biasanya berupa bangunan khas yang membuat orang tau asal kotanya hanya dengan melihatnya saja. Pada kehidupan sehari hari banyak orang yang tidak mengenal ikon, Landmark atau penanda pada kota, daerah atau negaranya. Banyak orang Kabupaten Tanah Laut yang hanya mengetahui melalui media TV atau ketika berkendara di jalan raya mereka melihat salah satu ikon atau Landmark ini, oleh karena itu mereka tidak mengenal lebih dekat tentang ikon atau Landmark dari daerah mereka sehingga mengakibatkan kurangnya pengetahuan akan identitas daerah mereka sendiri. Salah satu solusi untuk permasalahan ini adalah pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR), teknologi ini akan menggabungkan desain 3D dari Landmark daerah Kabupaten Tanah Laut dan sedikit penjelasan tentang bangunan atau ikon ini. Dalam membangun aplikasi tersebut penulis menggunakan model Waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman C# dan dirancang menggunakan Flowchart dan DFD. Aplikasi Penerapan Augmented Reality Pada Landmark/Ikon Kabupaten Tanah Laut ini dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi tentang sejarah dan bentuk dari tugu di Kabupaten Tanah Laut.
Referensi
A. T. Soemohadiwidjojo, Travel Writing is Fun, Rasibook, 2017.
A. K. Pamoedji, M. dan R. Sanjaya, Mudah Membuat Game Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dengan Unity 3D, Elex Media Komputindo, 2017.
A. Maryono, Pengelolaan kawasan sempadan sungai dengan pendekatan integral, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2018.
A. Ismayani, Membuat Sendiri Aplikasi Augmented Reality, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2020.
M. S. Rosa. A.S, Rekayasa Perangkat Lunak, Bandung: Informatika, 2016.




